Robot Anjing Mengikuti Latihan Militer Angkatan Udara Amerika Serikat

Militer Angkatan Udara Sgt. John Rodiguez dalam latihan bersama Prototipe Ghost Robotics Vision 60, selama latihan dilapangan Angkatan Udara Nellis Nevada


Teknologi militer Amerika Serikat makin hari kian berkembang, baru baru ini di beritakan bahwa robot anjing type Vision 60 UGVs, mengikuti latihan militer angkatan udara AS di lapangan udara amerika serikat.

 

Robot tersebut digunakan untuk mencari ancaman dari musuh, robot itu memiliki kecerdasan buatan dan menganalisa data dengan cepat untuk mendeteksi dan melawan ancaman musuh (Perang Elektronik) terhadap aset militer AS dan kemungkinan serangan rudal atau serangan lainnya.

 

Prototipe Ghost Robotics Vision 60, beroperasi di lapangan angkatan udara Nellis Nevada, pada 3 September 2020


Will Roper asisten sekretaris Angkatan Udara Amerika untuk akusisi teknologi dan logistik mengatakan, ”di medan perang masa depan tentara akan menghadapi serangkaian informasi yang rumit”, untuk menilai perlu mengandalkan sintesis data yang dilakukan dalam nanodetik untuk bertarung secara efektif.

“Menilai data sebagai sumber daya perang yang penting, yang tidak kalah penting dari bahan bakar jet atau satelit adalah kunci peperangan generasi berikutnya” Kata Roper dalam rilis berita Angkatan Udara AS tentang latihan ABMS.

 


Latihan ABMS terbaru yaitu dari tanggal 31 Agustus hingga 3 September, melibatkan setiap cabang militer AS, termasuk militer penjaga sisi pantai, dan menggunakan 30 lokasi di seluruh negeri.

Pangkalan Angkatan Udara Nellis di Nevada adalah salah satu lokasi pelatihan tersebut dan di situlah robot anjing tersebut ikut dalam latihan militer AS.

 

Robot anjing itu memberi mereka gambaran menganalisa tentang daerah itu, sambil menjaga agar  pembela kami lebih dekat ke pesawat, “kata sersan guru, Lee Boston anggota Devil Raiders,  kontingen 621 Angkatan Udara, dalam rilis berita angkatan udara.

 

Robot Anjing Vision 60 UGVs jenis robot tak berawak otonom yang dibuat oleh pabrikan Ghost Robotics of Philadelphia ini menguji kemampuan untuk beroperasi di medan lingkungan apapun sambil beradaptasi dengan membawa berbagai sensor dan radio, robot ini memiliki platform yang cukup sederhana.

 

Unit Prototipe Ghost Robotics Vision 60, bersama sersan angkatan udara AS selama latihan dilapangan angkatan udara Nellis Nevada 


“Inti dari prinsip desain ini adalah mengurangi kompleksitas mekanis jika dibandingkan dengan robot lainya”. Kata situs web perusahaan.

 

“dengan mengurangi kompleksitas, kami secara inheren meningkatkan daya tahan, dan kelincahan, dan Q-UGV kami bisa tak terhentikan.” Katanya.

Dan dalam militer AS di masa depan, mereka mungkin menjadi komponen penting angkatan udara sebagai rantai “pembunuh”

 

Sepertinya militer AS sedang mengembangkan teknologi robot anjing dalam medan tempur, pematangan konsep dan kemampuan ini diperlukan untuk bertarung dan menang di era infomasi (perang digital).

Dan mereka harus menyadiakan kecepatan internet untuk memenangkan pertempuran ini. “kata kepala staf angkatan udara Jendral Charles Brown Jr.  [by zendri RubahElite] 

 

Source: CNN Edition



LihatTutupKomentar